Final Results Indonesia SS ’08


Tanpa terasa 6 hari berlalu sudah sejak hari pertama penyelenggaraaan turnamen Djarum Indonesia Open SS 2008. Sukses menjadi tuan rumah tidak hanya berlaku untuk para atlet tamu dari negara lain tapi juga memberikan kepuasan bagi masyarakat Indonesia dengan mengantongi dua gelar di kandang sendiri.

Meskipun masih belum mampu menjadi yang terbaik dengan raihan gelar tersebut akan tetapi dengan kemajuan pesat yang dialami oleh atlet merah putih di turnamen ini dan kegigihan motivasi bertanding membuat kita pantas bangga terhadap para pahlawan olahraga kita tersebut.

Tunggal Putra, Sony Tundukkan Simon

Dua tunggal Indonesia yang berhasil menyajikan partai final berhasil menyuguhkan performa yang menarik di partai pertama babak final turnamen Indonesia SS 2008. Diunggulkan di tempat ke-4 bukan lantas langkah Sony menuju mahkota juara menjadi mudah saat menghadapi Simon Santoso yang berada pada unggulan ke-8. Memasuki awal set pertama, Sony sempat memimpin laju perolehan poin 4-0 karena beberapa kesalahan sendiri dari Simon. Serangan smash-smash keras Simon akhirnya mampu menyamakan tunggal ke-3 Indonesia tersebut di angka 6. Dari titik ini, Simon akhirnya mampu mendominasi penuh set pertama 10-6 dan 13-10 karena variasi serangan smash dan drop shot Simon yang tidak bisa dikembalikan oleh Sony.

Sempat terjadi kejar mengejar angka hingga kedudukan 17 sama namun setelah beberapa net eror yang dilakukan oleh Sony, Simon kembali meluncur dan nyaris menutup set ini 20-17. Sony sempat menambah dua angka dari smash keras yang menghujam lapangan permainan Simon namun dengan cerdik Simon segera menutup set ini 21-19 terlebih dahulu lewat serangan smash di bagian lapangan Sony yang kosong.

Permainan Sony yang sebenarnya mulai terlihat di set kedua. Memimpin 5-1 dan 11-3 saat jeda interval, Sony terus meluncur tanpa bisa tersentu perolehan poinnya oleh Simon. Smash-smash tajam Sony yang nyaris membuatnya menyamakan poin di akhir set pertama kembali menjadi jurus andalan Sony di set kedua untuk terus unggul. Sebaliknya Simon lebih banyak mengembalikan bola-bola Sony melebar ke luar lapangan. Reli-reli panjang yang dipadu dengan permainan netting yang memukau dan smash-smash keras kembali disajikan oleh kedua pemain. Tekanan yang diberikan oleh Sony seringkali membuat Simon melakukan kesalahan sendiri. Unggul 14-5, 18-9, dan 20-11 Sony akhirnya berhasil memaksakan rubber set setelah merebut set ini 21-14.

Performa Simon terus menurun di set ketiga. Tidak mampu keluar dari tekanan, permainan Simon sama sekali tidak berkembang dan lebih banyak bermain defensif dengan mengembalikan bola-bola serangan dari Sony. Tertinggal 3-10, Simon tak mampu berkutik dengan permainan netting dan smash Sony dan kembali melakukan banyak kesalahan sendiri. Memimpin jauh 15-8 dan 19-7, Sony akhirnya menamatkan set ini 21-9 sekaligus mengnatarkannya pada gelar super series perdananya tahun ini. Hadiah sebesar USD 18.750 berhak dikantongi oleh Sony selain tambahan poin 9200 untuk mendongkrak peringkatnya.

Ganda Putra, Gelar Kedua Zakry/Tazari

Satu-satunya wakil Malaysia yang melaju ke babak final, akhirnya berhasil mempersembahkan gelar kedua mereka. Ganda no.3 Malaysia, Zakry/ Tazari memaksa unggulan ke-5, Candra/ Tony untuk bermain drive-drive cepat di depan net. Pada set pertama, saling menyusul poin mengiri perseteruan antara kedua ganda ini yang berjalan cukup seimbang. Selisih 1-2 poin berlangsung dari awal set hingga kedudukan 14 sama. Permaianan drive-drive cepat dan saling menekan dengan smash-smash tajam menghasilkan poin dengan cepat untuk pasangan yang lebih prima pertahannya dan bisa mengembalikan bola dengan sempurna.

Smash-smash Zakry sempat membuat ganda Malaysia memimpin 17-14 namun namun kembali CaTon menyamakan poin mereka di angka 17 dan 18. Kesalahan sendiri yang dialakukan oleh ganda Malaysia membuat CaTon menyelesaikan set ini lebih dulu 21-19. Pada set kedua, Zakry/Tazari mengubah permainan mereka menjadi lebih agresif dan menekan. Unggul 7-2 di awal set, CaTon hanya mampu bermain defensive saat mengembalikan bola-bola liar ganda Malaysia di depan net.

Beberapa kali ganda campuran Indonesia-Amerika tersebut melakukan kesalahan sendiri yang membuat lawan unggul 10-4, 13-7 dan 16-11. Sempat tertinggal jauh 12-19, CaTon nyaris berhasil menyamakan kedudukan di angka 18-19 karena net eroro beruntun yang dilakukan Zakry dan Tazari. Kesalahan servis Candra yang di ‘fault’ oleh wasit dan netting Tony yang gagal melampaui net akhirnya membuat Malaysia unggul 21-18.

Setelah mendapat masukan dari sang pelatih, duo Malaysia kembali tampil menekan di set penentuan. Adu drive dan smash antara kedua pasangan memaksa mereka untuk mengeluarkan tenaga ekstra di set ini. Bloking yang lebih baik dari pasangan Malaysia membuat bola-bola pengembalian CaTon mati sendiri. Setelah kejar mengejar angka selisih 1 poin hingga kedudukan 6-6, Zakry/Tazari tak terkejar dan terus ‘leading’ hingga akhir set. Menurunnya stamina CaTon juga membuat kualitas serangan mereka menurun dan lebih banyak mengangkat bola. Tertinggal 6-11, 10-14, dan 10-19 karena net eror yang dilakukan oleh Tony saat mencoba mengembalikan bola-bola cepat Zakry/Tazari akhirnya membuat dominasi ganda Malaysia tak terkejar dan menutup set ini 14-21.

Ganda Puti, ViLy Tak Terbendung

Setelah di babak semifinal kemarin menundukkan ganda Cina, Zhang Yawen/Wei Yili, Vita/Lily akhirnya tampil penuh percaya diri di laga penutup mereka minggu sore (22/6). Permainan agresif dan menyerang sudah ditampilkan sejak awal set pertama saat menghadapi unggulan ke-3, Satoko/Miyuki asal Jepang. Memimpin 10-5 pada paruh awal set pertama, perolehan poin sempat berjalan ketat dan selisih dua angka hingga kedudukan 14-13 untuk ViLy karena agresivitas keduanya namun sayangnya juga dibarengi dengan kesalhan sendiri di depan net atau di lapangan lawan. Saat bermain lebih rapi, ViLy langsung meluncur 19-13. Dua kesalahan Vita di depan net sempat membuahkan dua poin untuk Satoko/Miyuki sebelum akhirnya ViLy menamatkan set ini 21-15.

Dominasi ViLy kembali membuat ganda negeri sakura tak berkutik di set kedua. Meskipun termasuk sering melakukan kesalahan sendiri, Vita berhasil menjadi ‘playmaker’ kubu Indonesia untuk menghasilkan poin demi poin. Kembali memimpin 8-3, ViLy terus menekan permainan ganda Jepang yang lebih banyak bermain defensif. Penempatan bola yang cukup sempurna oleh Lily di bagian lapangan yang kosong juga mengokohkan keunggulan pasangan Indonesia. Skor 14-7, 17-10 dan 20-12 ViLy memastikan gelar perdana mereka setelah smash beruntun ViLy gagal dikembalikan dengan sempurna oleh Satoko. Uang tunai sejumlah USD 17.250 juga berhasil dikantongi oleh ViLy dengan raihan kemenangan ini.

Tunggal Putri, Kalah dengan Heroik

Langkah Sony dan ViLy memahkotai turnamen ini sayangnya tidak diikuti oleh wakil Indonesia lainnya di babak final, Maria Kristin. Menantang unggulan teratas, Zhu Lin yang saat ini berada pada peringkat 3 dunia, Maria mampu memperlihatkan perjuangan heroik dan keulutan untuk tidak menyerah sampai akhir set ketiga. Namun Zhu Lin yang bermain dengan performa terbaiknya berhasil mematahkan serangan Maria di set ketiga.

Memimpin 4-0 di awal set, dominasi Maria terhasil dikejar oleh Zhu Lin dengan drop shot tajam andalannya yang langsung menukik bidang permainan Maria di depan net. Selain drop shot tajam yang menjadi andalan Zhu Lin, beberapa kesalahan Maria di depan net membuat Zhu berbalik unggul 14-9, 16-11 dan 18-12. Permainan kurang rapi dari Zhu Lin di depan net dan potongan drop shot tajam Maria yang menjadi andalannya saat menjungkalkan Yao Jie, Zhou Mi dan Zhang Ning di tiga babak sebelumnya mampu membuat Maria nyaris menyamakan kedudukan di angka 18-19 namun dua kesalahan sendiri Maria di depan net gagal membuahkan 2 poin ‘gratis’ untuk Zhu Lin, 21-18.

Kejar mengejar angka yang lebih ketat berlangsung sejak awal set kedua. Masih dengan senjatan drop shot andalan masing-masing, Maria yang mulai mengurangi kesalahan sendiri sanggup memberikan perlawanan dan menyulitkan pengembalian tunggal ke-3 Cina tersebut. Sempat tertinggal 5-8, Maria mampu menyamakan kedudukan di angka 9. Setelah kejar mengejar angka dan tersamakan di titik 13, Maria berbalik unggul 18-14 dengan drop shot silang andalannya dan pengembalian yang gagal dari Zhu Lin.

Netting dan penempatan bola Maria yang membuat Zhu mati langkah menjadikannya unggul 20-16 terlebih dahulu. Zhu Lin sempat menambah 1 poin dari bola tanggung Maria namun penempatan bola yang akurat dari Maria di bagian baseline kosong Zhu Lin akhirnya memaksa Zhu untuk bermain rubber dengan kekalahan 17-21.

Pada set penentuan, performa Maria sedikit menurun dan kembali sering melakukan kesalan sendiri di depan net. Tertinggal 1-6 karena netting yang tidak sempurna, Maria sempat memperkecil selisih poin menjadi 7-8 karena permainan netting dan smash silangnya. Namun Zhu Lin kembali meluncur 13-7 dengan senjata andalan drive silang dan beberapa bola pengembalian Maria yang melebar keluar. Bola-bola sulit Maria yang membuat pengembalian Zhu keluar mampu memperkecil selisih poin 12-15, namun net eror yang kembali dilakukan oleh Maria dan beberapa bola tanggung tetap membuat Zhu memimpin 19-13, 20-14 dan akhirnya menyelsaikan set ini 21-14 dari netting Maria yang gagal melewati net.

Meskipun kalah dan hanya menempati posisi runner up, sebagian besar public Istora tetap merasa bangga dan salut atas perjuangan dara keliharan tahun 1985 tersebut. Performa memukau yang konsisiten sudah disajikan oleh Maria sejak babak pertama meskipun saat ini peringkatnya terus melorot. Hal itu terbukti dengan dukungan tak henti saat Maria bertanding dan saat tunggal terbaik Indonesia tersebut berjalan meninggalkan lapangan. Ketua Umum PBSI, Sutiyoso akhirnya turun secara langsung mengungkapkan apresiasinya untuk Maria pada saat pembagian hadiah seraya mengucapkan selamat atas prestasinya.

Ganda Campuran, Zheng/Gao Masih yang Terbaik

Melengkapi keberhasilan Zhu Lin sebagai unggulan teratas di turnamen ini adalah wakil Cina lainnya yang melaju ke babak final, Zheng Bao/Gao Ling. Tumbangnya unggulan teratas, Nova/Lily atas ganda Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl di babak semifinal kemarin menyebabakn pertandingan di laga final tidak berlangsung begitu menarik. Kesenjangan level kualitas antara kedua pasangan hanya mampu disamakan dengan kecepatan bola-bola drive yang mampu disajikan oleh keduanya.

Permainan drive-drive cepat di awal set pertama ternyata cukup ampuh mematahkan pertahnan ganda terkuat Cina. Zheng/Gao yang masih beradaptasi dengan strategi permianan. Saling menyusul angka yang didominasi oleh Thomas/Kamilla berlangsung hingga kedudukan13 sama. Banyaknya kesalahan sendiri dari ganda Denmark, da tekanana yang diberikan oleh Zheng Bo membuat Zheng/Gao meluncur 19-13. Kesalahan servis Gao sempat menambah 1 poin untuk Denmark sebelum akhirnya kesalahan Kamilla di depan net dan smash keras Zheng Bo membuat Cina menang 21-14.

Kualitas sebenarnya dari peringkat dua dunia asal Cina ini akhirnya mulai terlihat di set kedua. Tekanan demi tekanan yang diberikan Zheng Bo di bagian belakang membuat kerepotan pasangan Denmark meskipun Kamilla berusaha mengimbangi dengan penempatan bola-bola sulit diantara kedua ganda Cina tersebut. Setelah tersamakan di titii 6, Zheng/Gao melesat tak terjangkau oleh Thomas/Kamilla 11-6 dan 19-7. Serobotan dan smash beruntun Zheng/Gao akhirnya berhasil meruntuhkan pertahanan Denmark.

Thomas sempat menambah 1 poin dari keterpojokan Gao Ling setelah di smash bertubi-tubi namun Gao Ling kembali membalas smash tersebut kearah Kamilla yang gagal dikembalikan dengan sempurna dan menyangkut di net. Skor 21-8 untuk Zheng/Gao memastikan mereka untuk meraih gelar keduanya di tahun ini setelah Maret lalu juga menjuarai turnamen All England SS.

Sumber : bulutangkis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: